Bacaan Terbaru Selamat Membaca (^_^)

Skakmat untuk Pendapat Ngawur

Sekitar dua tahun lalu, saya sempat membaca sebuah kicauan twitter dari MM (inisial), salah seorang pegiat 'emansipasi' sekaligus pejuang 'kebebasan',

Ia tulis kira-kira begini, "Melihat wanita UEA berbikini, bangga karena mereka sudah terbebas dari kekangan berkedok agama. Inilah yang patut diperjuangkan,"

Tentu saja saya terkejut, mengingat wanita ini adalah tokoh pendidikan,

Jika tokoh pendidikan sudah rusak, lalu ada berapa mahasiswa yang nanti bisa ikut-ikutan?

Cinta Keliru Ala Syiah

Tumben sekali, sore itu, saat memberi pelajaran nahwu, Syekh Fauzi Al-Kunati berbicara masalah cinta,

"Mencintai sesuatu bukan berarti kamu harus membenci yang lainnya,"

"Makanya, jangan belajar masalah cinta dari orang Syi'ah. Karena bagi orang Syi'ah, mencintai Ali bin Abi Thalib RA berarti membenci Abu Bakar RA, Umar bin Khattab RA, Utsman bin Affan RA serta sahabat lainnya,"

Jangan Jadi Ulama Setengah Matang!

Syaikh Ahmad Maqdi
Guru kami, Syaikh Ahmad Maqdi pernah memberi nasihat dahsyat di suatu kesempatan,

Beliau katakan, "Ketahuilah nak, saat kau pergi menuntut ilmu agama, hanya satu dari dua hasil yang kau inginkan,"

"Pertama, kau pulang menjadi seorang alim besar yang nanti membawa pencerahan,"

"Kedua, jika kau tidak bisa menjadi seorang alim yang matang, lebih baik kau pulang menjadi orang bodoh* sekalian!"

"Jangan sekalipun berpikir untuk pulang saat keilmuanmu belum matang! Karena seorang alim yang keilmuannya tidak matang inilah yang nanti akan menimbulkan kekacauan,"

Nasihat Adalah Tanda Cinta

Karya Syaikh Al-Muhasibi
"Ketahuilah, siapapun yang memberimu nasihat, itu adalah tanda bahwa ia cinta kepadamu," ujar seorang pakar sufi, Al-Harits Al-Muhasibi,

Namun kebanyakan orang malah menganggap nasihat sebagai bentuk arogansi dan sikap sok menggurui,

Tak jarang, nasihat murni malah dibalas dengan caci maki,

Padahal seharusnya nasihat itu dicerna, diamalkan, jangan diremehkan sekali-kali,

Karena nasihat adalah upaya membuat sesama berpindah dari yang haram ke yang halal, dari yang dibenci ke yang diridhai, ini salah satu bentuk cinta sejati,

Ketokohan + Ketakahan

Untuk menjadi insan bermanfaat, ada dua hal penting yang tidak boleh dilupakan,

Pertama ketokohan, kedua ketakahan,

Ketokohan adalah kualitas diri dari segi adab, etika, ilmu serta iman,

Sedangkan ketakahan adalah keterampilan untuk membentuk citra diri, menjaga penampilan sesuai dengan bidang dan kebutuhan,

Seorang tokoh tanpa takah, ia akan dihiraukan,

Sedangkan seorang yang memiliki takah namun nyatanya bukan seorang tokoh, ini yang nantinya akan menyebabkan kerusakan,

Jangan Egois untuk Masuk Surga

Surga itu luasnya seperti bumi dan langit, beserta bintang dan planet-planetnya,

Makanya, jika kita hanya berusaha menyelamatkan diri sendiri untuk bisa tinggal di surga, namun mengabaikan orang lain, itu egois namanya,

Kita bisa lihat, selain menginformasikan bahwa surga itu luas, Allah pun memotivasi kita untuk 'amar ma'ruf nahi munkar', yang dalam bahasa mudahnya, "Ajak sebanyak mungkin saudaramu untuk masuk ke dalam surga!"

Saatnya Beramal, Saatnya Bermanfaat

Ustad Arifin Ilham sibuk mengajak umat untuk meningkatkan zikir agar jiwa tenang,

A'a Gym sibuk mengajak umat untuk mempraktekkan manajemen kalbu agar hati tak keruh, pikiran jadi lapang,

Ustad Yusuf Mansur sibuk memotivasi umat untuk bersedekah agar bisa kembali membeli Indonesia, mengentaskan kemiskinan, memajukan pendidikan, karena memang kelemahan utama umat Islam sekarang adalah uang,

Federasi Negara-negara Islam

Meskipun nyaris mustahil, saya pribadi tidak pernah hilang harapan akan munculnya sebuah pemerintahan ideal yang benar-benar menjadikan Islam sebagai patokan bernegara,

Karena memang, akan banyak syariat yang sulit dijalankan jika Islam tidak dianggap oleh pejabat yang sedang bertahta,

Betapa indahnya, jika seluruh negara yang tergabung dalam asosiasi negara Islam dunia mengadakan kerja sama ekonomi, sehingga negara-negara tersebut memiliki mata uang yang sama, seperti Euro di Eropa,

Calon Ulama : Ini yang Sering Terlupa!


Saat ditanya tentang hukum sesuatu perbuatan, sangat naif jika seorang alim hanya berpatokan pada teks-teks syariat,
Ia tak boleh berpikiran sempit, namun harus mempertimbangkan segala sesuatu dengan cermat,

Selain mengkaji dalil-dalil, ia pun harus melihat keadaan orang yang bertanya, kondisi, serta tempat,

Sehingga, sebuah perbuatan yang secara dalil hukumnya boleh-boleh saja, bisa jadi saat dikaji lapangan, malah menjadi haram karena mengandung banyak mudharat,

Contohnya menyembelih hewan saat ingin membangun rumah, yang di sebagian daerah menjadi adat,

Semua Menang, Semua Senang

Rindu rasanya sistem pemilu seperti di sekolah dulu, saat masih muda,
Kandidat ketua yang akan dipilih adalah pribadi terbaik di antara semuanya,

Setelah pemilu, yang banyak suara menjadi ketua, yang kedua jadi wakilnya, yang selanjutnya jadi sekretaris, seterusnya bendahara,

Semua menang, dan semua memiliki kesempatan untuk melayani bersama,

Yang lebih menarik, kegiatan pemilihannya tidak memakan banyak biaya,

Berbeda dengan pemilu Indonesia,

Yang Salah Tentang Ziarah

Kadang perdebatan itu muncul karena cara pandang yang salah,
Contoh kecil namun sepertinya 'abadi', adalah permasalahan ziarah,

Ulama yang membolehkan ziarah kubur menganggap kebolehan ziarah itu berdasarkan sabda Nabi Saw, maka ziarah hukumnya sah,

Pun, ziarah kubur mengandung banyak faidah,

Misalnya, ia mengingatkan peziarah akan dekatnya kematian, sehingga mereka lebih bersiap menanti maut yang datangnya tidak diketahui entah,

Latahnya Acara Perpisahan Sekolah di Indonesia

Acara perpisahan SMA di Indonesia saat ini sudah layaknya prom night di Amerika,

Siswa laki-laki berjas necis, wanita berdandan menor, ke salon 3 jam lamanya,

 

Jika pada hari biasa baju longgar menjadi seragam, maka saat perpisahan baju ketat menjadi andalan, membuat sakit mata,
 

Ini adalah fenomena perpisahan di siang hari. Lalu apa yang terjadi malam harinya?

Pesta narkoba? Berdisko ria? Menyewa hotel? Bisa saja!

Alangkah memprihatinkan jika pendidikan 3 tahun di SMA ditutup dengan kegiatan hura-hura,

Memiliki untuk Memberi

Seseorang akan dianggap berderajat berdasarkan apa yang ia punya,
Namun tetap saja seseorang akan dianggap mulia berdasarkan apa yang ia beri,

Boleh jadi anggapan berderajat akan melekat pada orang kaya berharta,

Namun kemuliaan tetap akan melekat pada orang dermawan dan suka memberi,

Banyak kita lihat orang berilmu dan pintar luar biasa,

Namun banyak pula terjadi, ilmu yang mereka punya malah membutakan mata, menutup hati,

Sudah Belajar Fikih, Tapi Kok Masih Belum Baik? Ini Sebabnya!


Jika belajar fikih hanya sebatas kitab ibadah, kita akan cenderung bersikap apatis,

Jika belajar hanya sampai kitab muamalah dan kitab nikah, kita akan cenderung pesimis,

Jika belajar fikih hanya sampai pada kitab jinayah (pidana kriminal), kita akan cenderung anarkis,

Makanya kita harus sempurnakan hingga akhir, mempelajari kitab jihad dan kitab politik, agar bisa menjadi cerdas, waras dan optimis,

Mengapa bisa apatis?

Karena kitab ibadah, 'seolah' mengajarkan bahwa Islam terbatas pada hubungan hamba dan tuhannya 'saja'. 

Jika belajar hanya berhenti pada kitab ini, maka boleh jadi kita tidak peduli pada hubungan sesama manusia,

Pola pikirnya, "Yang penting saya bisa ibadah, yang lain terserah mau bagaimana,",

Mengapa bisa pesimis? 

Karena saat mempelajari muamalah, kita akan sadar bahwa ada beberapa syariat yang tak akan berjalan kecuali dengan Islam sebagai sistem pemerintahannya,

Namun kita tidak tahu, bagaimana agar Islam itu tegak, bagaimana agar Islam itu bisa dipercaya,

Mengapa bisa anarkis?

Karena kitab pidana kriminal menunjukkan kita bahwa memang hanya Islam yang memberikan hukum setimpal dengan kejahatan yang dilakukan manusia,

Dan melihat kenyataan jahat yang terjadi, maka hukum pidana Islam sangat darurat untuk diterapkan segera,

Namun tanpa hikmah untuk menerapkannya, kadang kita akan terlihat agresif, tak sabaran, dianggap malah merusak citra agama,

Makanya, setelah keilmuan semuanya kita dapat, perlu polesan kitab jihad dan kitab siasat (politik), agar kita tahu bagaimana proses memahamkan umat tentang Islam yang sebenarnya,

Kita tahu bagaimana Islam memandang kekerasan, kita tahu bagaimana sikap Islam saat ternyata pemimpin zalim sedang berkuasa,

Karena Islam adalah agama rahmat, bagaimana mungkin ia akan jadi rahmat kalau kita tidak menerapkannya?

Karena Islam harus diterapkan, bagaimana bisa diterapkan jika kita tidak mempelajarinya dengan sempurna?

Perlu pula diingat, bahwa fikih itu adalah ilmu tata cara beramal ibadah, hukum mempelajarinya fardu ain, setiap muslim (dan yang mengaku muslim) wajib mempelajarinya, 

Semoga kejayaan Islam tidak lagi menunggu lama,

Semoga Islam bangkit, Nusantara kembali jaya,

Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik.. ^_^

Masuk Pesantren, Mau Jadi Apa?


Satu hal yang harus dipahami oleh orang tua saat mendaftarkan anaknya ke pesantren adalah,


Bahwa anaknya nanti akan jadi ulama, bukan sekedar menjadi anak saleh dan salehah,

Jika ingin sekedar saleh, maka yang terpenting adalah pendidikan di rumah,

Jika memasukkan anak ke pesantren karena sudah tidak mampu lagi menahan kenakalan anaknya, berarti niat awal sudah salah,

Tak heran, banyak anak pesantren yang baru beberapa bulan belajar, eh, malah pindah,

Bahkan tak jarang pula kenakalannya bertambah parah,

Ujung-ujungnya malah pesantren yang dianggap bertanggung jawab, walah, walah,

Para guru dan pengelola pesantren juga harus sadar bahwa anak-anak yang mendaftar nanti akan jadi ulama,

Sehingga, ketika pendaftaran, harus diadakan tes ketat yang bukan hanya menguji otak, namun juga jiwa,

Calon santri yang hasil tesnya tidak menunjukkan kriteria calon ulama, ya jangan diterima,

Takutnya, mereka yang tidak memenuhi kriteria, saat dipaksa menjadi ulama, malah nanti bisa merusak dari dalam, bahaya,

Pun, karena pesantren adalah lembaga tempat mencetak ulama, kurikulumnya haruslah mantap, mempelajari ilmu dasar Islam, semuanya,

Tahfiz, hadits, fikih, akidah, Bahasa Arab, kitab-kitab yang berkaitan dengan ini harus TAMAT dibaca,

Jangan gara-gara terpengaruh kurikulum pemerintah, pesantren malah menggadaikan kurikulum aslinya yang mantap luar biasa,

Saatnya pesantren kembali mandiri secara kurikulum, pun secara sistem, berwibawa,

Bukankah semua pesantren adalah swasta?

Takutnya, saat pesantren galau kurikulum, maka yag dihasilkan pun adalah alumni yang galau pula,

Mau jadi ulama, keilmuan Islam tidak dipelajari sempurna,

Mau jadi pengusaha, koneksi tidak ada karena selama ini pergaulan tertutup di asrama,

Mau jadi preman, badan kurus, tahulah karena apa, :v

Semoga pesantren kembali bisa menjadi pesantren, benar-benar mencetak ulama,

Karena pesantren adalah lembaga pendidikan terhormat, mari kita perjuangkan bersama,

Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik.. ^_^

Ormas Ya Ormas!

Kesalahan umum yang sering kita lakukan adalah memosisikan organisasi masyarakat (ormas) sebagai layaknya agama,
Contohnya,

1. Kita anggap pembesar organisasi tempat kita bernaung layaknya seorang nabi yang tidak boleh disalahkan. Padahal, meskipun ia pembesar, ia tetap manusia, yang bisa jadi salah, bisa jadi lupa.

2. Kita anggap bahwa identitas sebagai anggota ormas itu diwariskan dari orang tua kepada anaknya. Padahal, meskipun orang tuanya adalah anggota ormas A, boleh jadi anaknya tergabung dalam ormas B. Tidak ada siapapun yang berhak menghalanginya.

"Yang Penting Kan.."

Ada beberapa pola pikir yang sekilas terlihat benar, namun sebenarnya harus diperbaiki,
"Tidak apa-apa tidak menutup aurat, yang penting kan iman di hati,"

"Tidak apa-apa berzina, yang penting kan tidak sampai menghamili,"

"Tidak apa-apa minum minuman keras, yang penting kan tetap bisa mengontrol emosi,"

"Tidak apa-apa homoseksual, yang penting kan pakai pengaman sehingga penyakit kelamin tidak terjadi,"

"Tidak apa-apa memilih pemimpin nonmuslim, yang penting kan dia punya kredibilitas tinggi,"

Penting untuk diketahui,

Kemenangan Hakiki

Menyambut hari kemenangan bagi umat Islam, ada baiknya kita evaluasi kembali bagaimana kita memandang kemenangan,
Karena kemenangan sejati bukan sekedar lengkap berpuasa selama sebulan,

Kemenangan adalah saat kebahagiaan akhirat dan kesuksesan dunia berjalan beriringan,

Kemenangan adalah saat syariat dijadikan patokan halal-haram, boleh-tidak boleh dalam perkonomian dan sosial kemasyarakatan,

Kemenangan adalah saat pendidikan agama primer (akidah, fikih, akhlak) tidak hanya diajarkan di pesantren, namun diajarkan di seluruh sekolah yang memiliki murid muslim, kalau perlu UN-nya diadakan,

Kemenangan adalah saat umat Islam tidak saling tuduh, namun bersatu, buka mata, menyadari siapa kawan, siapa lawan,

Kemenangan adalah bahwa kita, muslim Indonesia, berdaulat di tanah kita, tidak didikte asing, meski si asing itu berkewarganegaraan Indonesia, padahal cintanya pada tanah ini patut dipertanyakan,

Kemenangan adalah saat para orang tua tenang melepas anak-anaknya ke sekolah, karena tak ada lagi ospek s***an, tak ada lagi pedofil berkeliaran,

Kemenangan adalah saat F*I tak perlu lagi melakukan sweeping karena pemerintah sudah menyingkirkan segala sarana kemaksiatan,

Kemenangan bukanlah mengejar akhirat dengan sekedar doa dan wirid-wiridan,

Kemenangan adalah keseimbangan,

Kemenangan adalah saat kita dipimpin oleh pribadi taat, cerdas, kuat dan beriman,

Kemenangan bukan berpikir sempit dan egois, "Saya tidak peduli persatuan dan kejayaan umat, yang penting ibadah bisa saya jalankan,"

Namun kemenangan adalah berpikir jauh serta mengusahakan kesuksesan merata keseluruhan,

Semoga kemenangan sempurna bisa kita dapatkan,

Taqabbalallahu minna wa minkum, jika ada kesalahan yang disengaja maupun yang tidak, semoga kita bisa saling memaafkan,

Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik.. ^_^

Namanya juga Calon Ulama

Namanya calon ulama, ya harus hati-hati dalam bertindak dan bertutur kata,
Tidak peduli sudah dewasa bijaksana, maupun remaja yang labil emosinya,

Jika orang biasa suka cari sensasi, calon ulama harus selektif dan melakukan sesuatu yang tidak ada fitnahnya, banyak manfaatnya,

Apalagi di dunia maya yang mengijinkan setiap penggunanya menjadi siapa saja,

Makanya,

Moderat Mabuk

Ada yang katakan,
Bahwa ia adalah manusia paling moderat sepanjang zaman,

Karena moderat baginya adalah menyebarkan sedikit aib saudara seiman, dan menutup mata terhadap banyak kebaikan yang saudaranya lakukan,

Moderat adalah menutupi banyak kejahatan n*n-**s***, dan sedikit kebaikan dari mereka disebarluaskan, diekspos besar-besaran,
 
Support : Facebook | Twitter | Google+
Copyright © 2013. Al-Fatih Revolution Brotherhood - Tolong sertakan sumber saat mengutip :)
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger