Bacaan Terbaru Selamat Membaca (^_^)

Diskriminasi Razia Siswa? Ain't No Body Got Time to Do That?


Untuk adik-adik anak sekolahan yang geregetan dengan razia rambut yang terkadang pilih-pilih sasaran,

Pernah kesal karena salah seorang kawanmu tak kena razia meski rambutnya awut-awutan?

Marah karena rambut rapimu rusak hanya karena memiliki sedikit jambul di depan?

Mengapa Tak Belajar dari Sejarah?


Kau tahu kawan, saat ini pelajaran sejarah di Indonesia seolah tak ada manfaatnya,

Semua hanya berkutat pada tanggal serta nama-nama,

Namun terlupa bahwa esensi sebuah sejarah adalah agar generasi selanjutnya tidak mengulang kesalahan yang sama,

Kita lihat sekarang, banyak bentrokan terjadi di mana-mana,

Bukankah ini hanyalah kesalah-pahaman sepele yang kemudian

Memusnahkan Para Hipokrit


Kau tahu kawan, paling tidak ada satu hikmah yang bisa diambil saat kaum Muslimin ditimpa musibah raksasa,

Seperti saat perang Uhud, kaum muslimin menderita kekalahan akibat beberapa oknum yang takut kehilangan harta dunia,

Hikmahnya apa?

Untukmu yang Dimabuk Cinta

Oleh : Fakhry Emil Habib

Kau tahu kawan, cinta selalu menjadi bahasan yang tak pernah ada habisnya,

Maksudku bukan cinta pada Allah, cinta pada Rasul SAW, atau cinta pada orang tua yang jelas prakteknya,

Cinta disini adalah cintanya anak muda, ya, cinta antara lelaki dan wanita,

Ada banyak pula macamnya,

Ada cinta monyet yang cepat muncul cepat pula sirna,

Budaya Mulia VS Modernisasi Gila


Oleh : Fakhry Emil Habib

Kau tahu kawan, ada satu bait menarik dari lagu "Badindin", lagu pengantar tari yang biasa dibawakan saat perpisahan,

Pernahkah kau perhatikan kawan?

Biar ku tuliskan,

"Baralah tinggi oi si buruang tabang,
Padek malayok ka inggok juo,
Banyak ragamno oi budayo datang,
Budayo kito kambangkan juo,"**

Aku, Pak Habibie dan "Habibie & Ainun"


Kau tahu kawan, aku suka sekali dengan kepribadian beliau,

Ya, beliau, Pak Habibie, Bacharudin Jusuf Habibie,

Waktu kecil, Ayah selalu memotivasiku untuk jadi seperti Pak Habibie,

Beliau yang rajin membaca Al-Quran, murah senyum,

Zakat, Solusi Kebangkitan Umat

 
Kau tahu kawan, aku suka menghitung hal-hal simpel,

Ku beri contoh,

Jika saat ini ada sekitar sua ratus juta (200.000.000) penduduk Indonesia, maka akan ada sekitar seratus juta (100.000.000) rakyat yang hidup di atas garis kemiskinan,

Jika seratus juta rakyat yang tidak miskin ini menyumbang tiap bulannya masing-masing Rp1000,-, maka kita akan dapatkan Rp100.000.000.000,- (seratus miliyar) tiap bulannya,

Bahaso Minang, Bahaso Lisan


Jan pernah samoan bahaso Minang jo bahaso lain,
bahaso lain bantuak bahaso Arab, kok ado panyimpangan, bisa babaliak ka Quran, Kitab-kitabno gai sambuah,

Kok bahaso Minang? Kamusno ndak ado, tulisan kuno indak lo ado,

The Man Behind The Scene

Kau tahu kawan, kadang menjadi pemimpin tak menjamin kau bisa mengatur apa yang seharusnya dapat kau atur,

Tak menjamin kau dapat menguasai apa yang seharusnya kau kuasai,

Seperti yang ayahku bilang, ada sosok pemimpin yang tak berkuasa, yang tak lebih sekedar simbol semata,

Lihat saja realita,

Bahwa mayoritas pemimpin kita di Indonesia adalah Islam agamanya,

Tiap Bahasa itu Unik


Bismillah, ku tulis sebagai renungan, bukan cari gara-gara.. hehe
Kau tahu kawan, ku pikir, setelah apa yang aku tulis beberapa waktu lalu, kita telah sepakat bahwa tiap bahasa setidaknya punya dua bentuk,

ada yang baku dan resmi, ada pula yang tidak baku, boleh dibilang bahasa pasar,

"Lo Fans Siapa Bro?"

Oleh : Fakhry Emil Habib

Khusus untuk fans berat Nabi Muhammad SAW dan para Sahabat beliau.
Khusus untuk mereka yang menjadikan Rasulullah SAW dan para Sahabat beliau sebagai acuan, contoh dalam berprilaku dan berpenampilan.

Ma nan Baso Minang tu Tuan?

Oleh : Fakhry Emil Habib

Bismillah,
Mungkin kau akan menganggap tulisanku ini tidak penting, Kawan..
Atau mungkin kau akan anggap aku menyinggungmu. Tapi tidak, aku tulis ini, agar tidak terjadi kesalahpahaman bagi mereka yang ingin mempelajari bahasa Minang.

Coretan untuk Pahlawan Tanpa (Tanda) Jasa


Pernah suatu ketika, saat aku masih mengenakan seragam putih merak di SD *****. Seorang guru melempar buku ke arahku karena aku lupa mengerjakan PR. Sakitnya tak seberapa, akupun sadar bahwa salahku memang yang tidak membuat PR. Namun satu hal yang membuat hatiku rusak, guru tersebut melemparku dengan buku bukan atas dasar menghukum, tapi atas dasar emosi.

Khasiat Penyembuh dalam Masakan Ibunda Tercinta


Oleh : Fakhry Emil Habib

Dulu malu aku untuk mengaku,
Bahwa yang terbaik adalah masakan ibu,
Dua hari sakit di asrama tak kunjung berlalu,
Saat pulang, dan mencicipi masakan ibu,
Semua penyakit terasa lenyap, menguap..

Ngapalin Quran àla Ustad Yusuf Mansur

Oleh : Fakhry Emil Habib
Ngapalin Quran àla Ustad Yusuf Mansur (Bahasanya agak Jayakarte dikit, ngikutin Ustadnya )

Ngapalin Quran gampang, karena Allah yang mudahkan.
Gak usah puyeng ngapalnya, tinggal sering diulang-ulang.

Bagaimana Memandang Ilmu Falak itu Seharusnya

Oleh : Fakhry Emil Habib

Seorang kawan bertanya padaku, "Bib, satu Rajab di kalender Masehi kapan?"

Ingin rasanya ku jawab, "Lah, apa di Indonesia tidak ada yang melihat Hilal dulu biar tahu kapan masuk bulan baru?" hihihi

Tapi aku urungkan, karena aku mengakui ilmu falak sebagai ilmu akurat dan dianjurkan dalam menentukan awal bulan, "InsyaAllah besok,

Aku, Orang Minang, Tulen!


Alasan kenapa aku selalu mengklarifikasi jika ada teman luar daerah yang menyebutku orang Padang itu sederhana, sangat simpel. Aku klarifikasi karena aku tak ingin bohong, ingat kawan, bohong itu dosa.

"Oh, berarti kamu orang Padang ya Bib?"ujar seorang teman.


"Bukan, sebut saja saya orang Minang.

Pemimpin VS Penguasa

Oleh : Fakhry Emil Habib

Ayahku bilang, jadilah pemimpin yang berkuasa, jangan jadi penguasa yang kemudian dipilih jadi pemimpin.

Berat dipahami? Biar ku perjelas,

Orang yang bermental berkuasa sebelum menjadi pemimpin, adalah mereka yang bermental menguasai, memuaskan kehendak nafsu yang kau tahu tak terbatas.

Biarkan Berlalu

Oleh : Fakhry Emil Habib

Kau tahu kawan, penyesalan berlarut pada kejadian masa lalu bisa jadi adalah bentuk sikap kurangnya iman terhadap takdir,

Sudahlah kawan, biarkan berlalu apa yang telah lalu. Bukankah hidup belum berakhir?

Siapa jamin, kau yang mungkin kini bergelimang dosa, dengan ampunan Allah yang tiada batas bisa kembali suci seperti bayi yang baru lahir,

Saat Wanita Memilih

Oleh : Fakhry Emil Habib

Kawan, aku ingin bercerita, yah, setidaknya ini bukan curhat galau karena kau tak perlu menitikkan air mata,

Kadang logika simpel mengantarkan nalarku untuk berpikir bahwa kehidupan kita saat ini penuh dengan humor,

Bukan humor yang membuat terkikik, tapi,

Renungan Menjelang Kuliah

Oleh : Fakhry Emil Habib

Bismillah,

Kau tahu kawan, ada beberapa mahasiswa yang memilih kuliah jauh dari keluarga, jauh dari kampung halaman untuk mendapat ilmu serta pengalaman yang lebih dalam, semoga Allah memberi mereka keberkahan,

Tapi kau juga harus tahu,

Maghrib, Warnet dan ...


"Bayangan lah di Bib, pahalo sumbayang jamaah tu gadang. Bara gadang pahalo urang nan abang? No mamanggia urang sumbayang sabalik nagari,"* Ujar ayah saat kami melangkah menuju mesjid untuk shalat Maghrib, Yah, saat aku berusia sekitar

Humor BBM dan Negara Agraris


Aku adalah orang yang memaklumi jika harga BBM di negaraku lebih mahal daripada harga BBM di negara lain,

Karena,

Kau tahu kawan, minyak bumi bukanlah sumber daya alam utama tanah airku yang notabenenya adalah negara agraris,

Belajar Sastra dari Jagoan Pujangga

Oleh : Fakhry Emil Habib
 

Urusan merangkai kata dalam sastra, aku bukanlah ahlinya,

Namun kawan, saat kau bertanya bagaimana cara menulis yang baik, maka akan ku sarankan,

"Kenapa tidak mengambil pelajaran dari dua jagoan

pujangga Indonesia?"

Siapa lagi kalau bukan Bapak Taufik Ismail dan Buya HAMKA,

Apa ciri khas dari karya mereka?

Beliau berdua menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar di tiap karyanya,

Balance (Reading and Writing)


Oleh : Fakhry Emil Habib


Kau tahu kawan,


Dulu aku sempat berpikir bahwa penulis itu kerjanya hanya menulis,


Menerjemahkan bahasa kalbu ke dalam

Manajemen Marah

Oleh : Fakhry Emil Habib

Kenapa tak boleh marah saat hidungmu ditunjuk-tunjuk dengan tangan kiri?

Kenapa tak boleh marah saat kebenaran yang kau ajukan tak dihargai?

Kenapa tak boleh marah saat mereka menginjak-nginjak

Demokrasi di Kedai Kopi

"Ah, apa ku bilang soal demokrasi, memang bikin gila saja. Democrazy, lihat saja itu kelakuan mereka," ucap Da Sidi di kedai kopi Ni Ati. Tayangan televisi tentang demo reformasi di Mesir memang sangat mengkhawatirkan.

Ku comot goreng pisang kesukaanku. Ah, 7 tahun di Mesir, goreng pisang adalah makanan yang sulit di dapat.

"Hei, Buya! Kenapa Buya diam saja? Buya bagilah pengalaman Buya selama di Mesir dengan kami," sela Majo, kawan sepermainanku dulu yang kini sudah beranak dua.

Ku seruput sedikit kopi kentalku yang mulai dingin,

Referensi Itu Penting, Kawan..


"Setelah saya membaca lebih dari seratus buku mengenai tokoh pergerakan Islam seperti Jamaluddin Al-Afghani, Muhammad Abduh, Muhammad Rasyid Ridha dan berbagai ulama, ternyata demokrasi sangat sesuai dengan ajaran Islam, dan mereka pun sangat menyetujui praktek demokrasi," ujar seorang doktor saat mengisi sebuah acara seminar di sudut kota Kairo.

Saat sesi tanya jawab, seorang mahasiswa langsung angkat tangan, bertanya, "Pak, saya sangat tertarik dengan kesimpulan Bapak mengenai demokrasi dalam pandangan tokoh pergerakan Islam tadi. Yang mau saya tanyakan adalah,

Doa Ramadhan Ini

Mohon diaminkan,

Ya Allah,

Semoga Ramadhan tahun ini kami dilimpahi berkah, rahmah dan maghfirah-Mu,

Semoga hati ini ikhlas memaafkan

Rukun Islam Hanyalah Pondasi

Oleh : Fakhry Emil Habib


Ngakunya 100% Islam, tapi..

Jika mereka pikir Islam hanya shalat dan puasa, maka, hm, menyedihkan,

Karena kau tahu kawan, sejatinya Islam itu dibangun di atas pondasi, dan pondasinya itu rukun Islam, tentu kau masih hafal bukan?

Pondasi kawan, pondasi, lalu bagaimana dengan bangunan?

Kewajiban Asasi Manusia, An Important Forgotten Spot


Agak sensitif ini, tapi tak apalah, memang perlu,

Menurut saya, orang yang sedikit-sedikit HAM, sedikit-sedikit HAM itu adalah mereka yang tidak pernah mengenyam pendidikan sekolah dasar,

Karena menurut pelajaran PPKn saya kelas 3 SD dulu, hak tidak bisa berdiri sendiri. Ia harus selalu bergandengan dengan kewajiban.

Mengenai Saya

Foto saya

Hanya seorang kawan, yang ingin menjadi lebih baik, dan berbagi manfaat :)
 
Support : Facebook | Twitter | Google+
Copyright © 2013. Al-Fatih Revolution Brotherhood - Tolong sertakan sumber saat mengutip :)
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger