Home » » Trilogi Mahasiswa Kreatif

Trilogi Mahasiswa Kreatif

Pemikiran skeptis, tolak dengan yang logis
Kisah yang aku buat saat mengalami kebuntuan saat berdiskusi dengan seorang kawan liberal yang tidak menerima landasan Al-Quran dan hadits.

"Sama ya Pak?" (2 Maret 2012)

Suatu ketika, seorang dosen liberal memberi doktrin liberal pada mahasiswanya.

"Jadi kelamin itu gak ada bedanya sama kuping,
kan sama2 anggota tubuh! Kenapa zina mesti haram dan menghalangi keinginan dasar manusia?" dengan sombong ia menyampaikan pendapatnya.


Semua mahasiswa terdiam, tak mampu berkata, karena tak ada argumen logis untuk membantah bahwa kuping den kelamin sama-sama anggota tubuh.

Namun tiba2 seorang mahasiswa maju, lantas memotret wajah dosen, dan meng-close up telinga si dosen. Dosen bingung dan bertanya, "Buat apa?"

"Di-upload pak. Soalnya saya terkesan dengan kuliah yg bapak smpaikan tadi."
Si dosen jadi makin merasa di atas angin.

Namun si mahasiwa kemudiam memaksa si bapak dosen membuka celananya. Bahkan ia mulai menarik2 ikat pinggang si dosen.

"Hei! Hei! Mau apa kamu?!"

"Mau ngambil foto anunya bapak. Biar lebih spesifik dan dikenal masyarakat luas. Kan kata bapak gak ada bedanya sama kuping. Jadi ntar saya upload juga.."
Dosen,"#&*/+:**??/+(.."


***

"Marah Pak?" (3 Maret 2012)

Setelah kejadian yang mempermalukan dosen pro zina, ia mengundurkan diri. Dan ditunjuklah dosen baru untuk mengajar di kelas fenomenal tersebut.

Di hari pertama ia mengajar, ia telah menarik banyak simpati mahasiswa karena wawasannya yang luas tentang keIslaman. Namun di akhir kuliah, ia membuka sekmen diskusi dan mulai memasukkan paham sesatnya. ALAMAAAAK!! LIBERAL JUGA TOH??!

Dosen: "Saya bingung. Banyak Umat Islam di seluruh dunia lebay. Kenapa harus protes dan demo besar-besaran cuma karena tentara amerika menginjak, meludahi dan mengencingi Al-Quran? Wong yang dibakar kan cuma kertas, cuma media tempat Quran ditulis saja kok. Yang Qurannya kan ada di Lauh Mahfuzh. Dasar ndeso. Saya kira banyak muslim yang mesti dicerdaskan."

Meskipun pongah, namun banyak mahasiswa yang setuju dengan pendapat dosen liberal ini. Memang Quran kan hakikatnya ada di Lauh Mahfuz..

Tak lama sebuah langkah kaki memecah kesunyian kelas. Sang mahasiswa kreatif mendekati dosen kemudian mengambil diktat kuliah si dosen, dan membaca sedikit sambil sesekali menatap tajam si dosen.

Kelas makin hening, para mahasiswa tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

"Wah, saya sangat terkesan dengan hasil analisa bapak yg ada disini."ujarnya sambil membolak balik halaman diktat tersebut.

"Hhuuhhh...."semua orang di kelas itu lega karena mengira ada yang tidak beres.

Namun Tiba-tiba sang mahasiswa meludahi, menghempaskan dan kemudian menginjak-injak diktat dosen tersebut.

Kelas menjadi heboh. Semua orang kaget, tak terkecuali si dosen liberal.

Dosen:"kamu?! Berani melecehkan saya?! Kamu tahu apa yang kamu lakukan?! Kamu menghina karya ilmiah hasil pemikiran saya?! Lancang kamu ya?!"

Si dosen melayangkan tangannya ke arah kepala sang mahasiswa kreatif, namun ia dengan cekatan menangkis dan menangkap tangan si dosen.

Mahasiswa: "Marah ya pak? Saya kan cuma nginjak kertas pak. Ilmu dan pikiran yang bapak punya kan ada di kepala bapak. Ngapain bapak marah kalau yang saya injak cuma media kok. Wong yang saya injak bukan kepala bapak. Kayaknya bapak yang perlu dicerdaskan ya??"
Dosen: "#%&/&%@%&*/(#@@##???.." (speechless)

Si dosen merapikan pakaiannya dan segera meninggalkan kelas dengan perasaan malu yang amat sangat..

Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik.. ^_^


***

"Jadi..?!" (6 Maret 2012)

Lanjutan..^_^

Suatu pagi sebelum kelas dimulai, dua mahasiswa sedang duduk-duduk di taman kampus sambil berdiskusi ringan, namun kita tidak tahu apakah yang akan mereka dapat di akhirat kelak itu "ringan" atau "berat", karena..

Maha1: "Gue gak abis pikir sama mahasiswa sok kreatif.. Bisa-bisanya dia sok ngelawan dosen. Gila! Bego banget tu anak!"

Maha2: "Iya yah, gak nyadar kali kalau Islam udah perlu dibikin moderen. Atau dianya aja yang kolot!"

Maha1: "Pake ngebantah dosen tentang zina lagi. Gak ada yang namanya zina sekarang. Lifestyle bro! Freesex udah jadi gaya hidup kita! Ya gak?"

Maha2: "Iya sih.. Yang penting kan kita gak ngerugiin orang lain. Ya gak?"

Maha1: "Yo-i bro! Dasar kolot tu anak..!"

Seorang mahasiswi berjilbab namun berpakaian sangat ketat lewat di hadapan mereka.

Maha1: "Adek gua tuh.." (bangga punya adek seksi)

Tak lama seorang wanita 40-an namun masih terlihat muda terlihat menyusul adik mahasiswa 1.

Maha2: "Nyokap lu chuy?!"

Maha1: "ho'oh.."

Maha2: "glek.." (berkeringat dan gelisah)

Seorang mahasiswi kemudian mendekati mereka.

Mahasiswi: "Honey, aku ke kelas dulu ya.." (sambil berlalu)

Maha2: "jadi dia cewe lo?!"

Maha1: "iya donk.. Lo kenapa sih? Gelisah aja dari tadi!"

Maha2: "Gak apa2 kok.."

Maha1: "Lo ada masalah y?"

Maha2: "Lo inget kan diskusi kita tadi? Lo serius kan sama yang lo omongin?"

Maha1: "Ya iya lah.. Kita udah moderen chuy. Gaya hidup juga mesti moderen donk!"

Maha2: "Haahh.. Lega gue jadinya.. Fiuh.."

Maha1: "Emang kenapa?"

Maha2: "Adek, nyokap sama cewe lo udah "tidur" sama gue.."

Maha1: "Aaa..#%%**#@?!!!!"

Terinspirasi dari hadits Rasul saw, bahwa seorang pemuda tidak ingin saudari ataupun ibunya melakukan zina..

Makanya, kita sebagai muslim harus menjaga cara pikir sesuai jalur yang diatur oleh syariat.. Jangan jadi libe..ehm..ral!

Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik.. ^_^


Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik.. ^_^

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya

Hanya seorang kawan, yang ingin menjadi lebih baik, dan berbagi manfaat :)
 
Support : Facebook | Twitter | Google+
Copyright © 2013. Al-Fatih Revolution Brotherhood - Tolong sertakan sumber saat mengutip :)
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger