Oleh : Fakhry Emil Habib
Ikhlas,
Kadang kita terpeleset memahami ikhlas,
Contohnya seperti kisah ini,
Seorang kawan membantu nenek-nenek yang menyeberang jalan. Setelah
sampai di seberang, nenek tersebut member
Bacaan Terbaru Selamat Membaca (^_^)
Antara Shalat dan Dekadensi Akhlak
Posted by Fakhry Emil Habib
Posted on 04.51
with No comments

Oleh : Fakhry Emil Habib
Kasus I
Seorang bule asal Belanda diundang untuk menjadi tutor di sebuah tempat kursus.
Salah satu yang menjadi topik yang ia bahas adalah keterkejutannya
deng
Budaya Bahasa Minangkabau
Posted by Fakhry Emil Habib
Posted on 11.04
with 6 comments

Oleh: Fakhry Emil Habib
Wikipedia
menganggap bahasa Minang adalah bahasa yang tidak terancam oleh
kepunahan. Namun melihat realita, bahasa Minang memang terancam
kepunahan.
Penyebabnya ant
Secuil Hikmah di Balik Sistem Cerna Manusia
Posted by Fakhry Emil Habib
Posted on 11.00
with No comments

Sebelum
membaca catatan pendek ini, simak dulu statemen dari guruku yang mulia,
ustad Drs. H. Zulfahmi, S.Ag. : "Orang sukses itu bukanlah mereka yang
mengatakan semua yang mereka tahu. Ta
Komparasi Islam dan ...
Posted by Fakhry Emil Habib
Posted on 10.57
with No comments

Oleh: Fakhry Emil Habib
Boleh
saja Anda menganggap gerakan yoga bagus untuk kesehatan. Namun jika
Anda anggap gerakan Yoga lebih dahsyat daripada gerakan shalat, maka
saya termasuk o
Catatan Khusus Untukmu, Fans Nabi Muhammad SAW
Posted by Fakhry Emil Habib
Posted on 10.43
with No comments

Oleh: Fakhry Emil Habib
Khusus untuk fans berat Nabi Muhammad SAW dan para Sahabat beliau.
Khusus untuk mereka yang menjadikan Rasulullah SAW dan para Sahabat
beliau se
Hikmah Kecil di Balik Tragedi WTC
Posted by Fakhry Emil Habib
Posted on 10.36
with No comments

Oleh : Fakhry Emil Habib
Kau
tahu kenapa setelah tragedi WTC 9/11 (yang notabenenya bertujuan
sebagai genderang perang melawan Islam) malah membuat banyak rakyat
Amerika dan Eropa berbondong
Indonesian-isasi yang Kebablasan
Posted by Fakhry Emil Habib
Posted on 10.30
with No comments

Oleh: Fakhry Emil Habib
Rumah Adaik Rang Minang
RANDANG jadi rendang,
GULAI CANCANG jadi gulai cincang,
GULAI KANCAH jadi apa? Gulai kuali besar? Atau?
PANGEK ikan jadi apa? P
Demokrasi, Favoritmu Kawan?
Posted by Fakhry Emil Habib
Posted on 10.24
with No comments

Demokrasi atau Democrazy?
Oleh: Fakhry Emil Habib
Kau tahu kawan, ada dua hal yang tidak aku sukai dalam sistem voting.
Pertama, kekuatan suara guru sama dengan muridnya. Kekuat
Antara Kepuasan Selera dan Gengsi
Posted by Fakhry Emil Habib
Posted on 09.06
with No comments

Oleh: Fakhry Emil Habib
Aku termasuk orang yang tidak suka makan di K*C, C*C, P*zza H*t, Ho*se
of T*a, ataupun M*D (Semua disebut resto asing saja biar greget dan
lebih simpel), dan lebih
Buat Kamu, Pencinta Bahasa Minang
Posted by Fakhry Emil Habib
Posted on 09.01
with 2 comments

Bule Pencinta Minang
Oleh: Fakhry Emil Habib
Bismillah,
Mungkin kau akan menganggap tulisanku ini tidak penting, Kawan,
Atau mungkin kau akan anggap aku menyinggungmu,
Tapi tidak, aku tuli
Trilogi Mahasiswa Kreatif
Posted by Fakhry Emil Habib
Posted on 08.54
with No comments

Pemikiran skeptis, tolak dengan yang logis
Kisah yang aku buat saat mengalami kebuntuan saat berdiskusi
dengan seorang kawan liberal yang tidak menerima landasan Al-Quran dan
hadits.
"Sa
Alunan Indah Takdir di Balik Sebuah Kegagalan
Posted by Fakhry Emil Habib
Posted on 08.48
with No comments
Oleh: Fakhry Emil Habib
Membaca di Perpustakaan Alexandria
Bukan kisah cinta yang kusuguhkan, bukan pula kisah heroik
yang mendebarkan, namun kawan, aku makin merasakan skenario-Nya m
Kenapa Harus Berkorban?
Posted by Fakhry Emil Habib
Posted on 08.42
with No comments
Oleh: Fakhry Emil Habib
"Jika
anda berada di sebuah desa yang akan hancur, dan Anda memiliki sebuah
sepeda motor untuk menyelamatkan diri. Kemudian dalam perjalanan, Anda
menemukan guru Anda yang berjasa serta
Untuk Mereka yang Tak Suka Rambutku
Posted by Fakhry Emil Habib
Posted on 03.02
with No comments

Ku pejamkan mata sejenak, membangkitkan memori, merangkai tiap
kalimat yang ku dengar dua bulan terakhir, sejak aku memutuskan untuk
"memanjakan" rambutku, memberikan mereka kesempatan untuk tu