Kapanpun,
dimanapun, bagaimanapun, laki-laki Minang tetap "ketek banamo gadang
bagala". (saat kecil ia memiliki nama, saat besar ia memiliki gelar).
'Gadang bagala', besar disini ditandai dengan status sosialnya
Bacaan Terbaru Selamat Membaca (^_^)
Guru Berprestasi?
Posted by Fakhry Emil Habib
Posted on 05.14
with No comments

Kadang
geli rasanya saat seorang guru memamerkan prestasi satu-dua muridnya
untuk menarik minat calon murid, seolah mereka akan sangat beruntung
mengenyam pendidikan darinya. Kenapa? Karena..
Kopi Ayah, Cinta Hitam yang Membuat Candu
Posted by Fakhry Emil Habib
Posted on 04.59
with No comments

doc. annsilva.wordpress.com
Minuman Favoritku?
Dulu mungkin akan ku jawab "jus jeruk", "es pokat" atau "es teh". Ah, jawaban sok keren mengikuti trend,
Kawan, jika kini kau tanya apa minuma
Pana Si Mahasiswa Teknik Sipil
Posted by Fakhry Emil Habib
Posted on 21.25
with No comments

Well, ijinkan aku bercerita tentang si Pana. Pastinya ini bukan nama
sebenarnya.
Pana, seorang mahasiswa teknik sipil yang suka main ke rumah sakit setelah
jam kuliah berakhir. Bukan karena
Jangan Menghianati Pahlawan
Posted by Fakhry Emil Habib
Posted on 09.24
with No comments
Well,
jika Pangeran Diponegoro, Tuangku Imam Bonjol, Cut Nyak Din serta
pahlawan kita yang lain tahu bahwa kemerdekaan yang mereka perjuangkan
dulu akan berubah menjadi negara yang seperti ini
Saat Istri Protes
Posted by Fakhry Emil Habib
Posted on 14.18
with No comments

Suatu
hari, Istri, sebut saja Ana yang selalu teratur membaca
postingan-postingan keagamaan di internet mengajukan "komplain" kepada
suaminya, Azam. "Mas Azam, Ana tidak mau lagi masak, membuat