Home » » Maghrib, Warnet dan ...

Maghrib, Warnet dan ...


"Bayangan lah di Bib, pahalo sumbayang jamaah tu gadang. Bara gadang pahalo urang nan abang? No mamanggia urang sumbayang sabalik nagari,"* Ujar ayah saat kami melangkah menuju mesjid untuk shalat Maghrib, Yah, saat aku berusia sekitar
10 tahunan,

*"Coba bayangkan bib, pahala orang yang shalat jamaah itu besar. Berapa besar pahala orang yang azan? Yang menyeru untuk shalat ke saentero kampung?"

Kau tahu kawan, sejak saat itu aku selalu berusaha untuk ke mesjid sebelum azan Maghrib agar bisa azan,

Dan?

Ternyata aku tak sendiri,

Ada Uda Dedek, Endi, wow, mereka juga berebut untuk azan maghrib, indah, semarak sekali masjid At-Taqwa Bukareh waktu itu,

Dan kini?

Azan maghrib seolah tak ada beda dengan raungan motor di sore hari yang tak dihiraukan,

Anak-anak masih asik dengan PB dan poker mereka di warnet yang belum selesai dimainkan,

Bahkan mungkin untuk shalat pun mereka enggan,

Hei, lihat, ini adalah fenomena saat mereka berusia 7 atau 8 tahun, lalu bagaimana dengan 10 tahun yang akan datang?

Dan bagaimana dengan 20 sampai 30 tahun mendatang? Saat kepada mereka negara ini diwariskan?

Orang tua, orang tua, ini bukan salah orang tua kawan, bukan, tapi ini salah kita semua,

Namun tetap merupakan tanggung jawab orang tua,

Memangnya siapa yang memberi mereka uang untuk ke warnet? Hmmm,

Pernah ku bilang,

Selamatkan generasi muda, selamatkan masa depan bangsa,

Karena kita hidup untuk masa depan, bukan masa lalu,

Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik.. ^_^

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Facebook | Twitter | Google+
Copyright © 2013. Al-Fatih Revolution Brotherhood - Tolong sertakan sumber saat mengutip :)
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger