doc. annsilva.wordpress.com |
Dulu mungkin akan ku jawab "jus jeruk", "es pokat" atau "es teh". Ah, jawaban sok keren mengikuti trend,
Kawan, jika kini kau tanya apa minuman favoritku, maka akan ku jawab, 'Kopi sisa Ayah buatan Ibu'.
Keren bukan? Atau? Ah, mari kita lanjutkan,
Dulu, biasanya Ayah hanya minum setengah cangkir, kemudian Ayah tinggalkan,
Dan, kau tahu? Aku langsung beraksi menyeruput sedikit kopi, sedikit sekali, agar tidak ketahuan,
Dulu, biasanya Ayah hanya minum setengah cangkir, kemudian Ayah tinggalkan,
Dan, kau tahu? Aku langsung beraksi menyeruput sedikit kopi, sedikit sekali, agar tidak ketahuan,
Tapi jika adikku yang beraksi, biasanya dia
"concong" sampai habis. Hihihi.. Lamak bana..
Apakah nikmatnya karena bekas Ayah minum? Atau nikmatnya karena Ibu yang membuat? Hmmm..
Terserah, tapi bagaimanapun aku menyeduh kopi disini, Kairo, kotaku yang baru, tak pernah senikmat kopi sisa Ayah. Ku pikir, Aan, Ulil dan Ejieb, tiga 'tantara' Ayah yang lain akan sepakat denganku,
Apakah nikmatnya karena bekas Ayah minum? Atau nikmatnya karena Ibu yang membuat? Hmmm..
Terserah, tapi bagaimanapun aku menyeduh kopi disini, Kairo, kotaku yang baru, tak pernah senikmat kopi sisa Ayah. Ku pikir, Aan, Ulil dan Ejieb, tiga 'tantara' Ayah yang lain akan sepakat denganku,
Bagiku, masakan Ibu dan kopi sisa Ayah sama-sama bertuah. Selalu
memanggil, mengingatkanku bahwa sejauh apapun aku merantau, aku akan dan
harus kembali pada Ibu, pada Ayah,
Semoga Ayah selalu berada dalam lindungan-Nya, dan semoga Ibu selalu mendapat berkah di tiap kopi yang ibu buatkan untuk Ayah,
Dan,
Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik.. ^_^
Semoga Ayah selalu berada dalam lindungan-Nya, dan semoga Ibu selalu mendapat berkah di tiap kopi yang ibu buatkan untuk Ayah,
Dan,
Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik.. ^_^
0 komentar:
Posting Komentar