Bacaan Terbaru Selamat Membaca (^_^)
Posted by Fakhry Emil Habib
Posted on 10.59
with No comments
Untuk calon mertua serta rakyat, jadikan shalat sebagai patokan untuk menentukan pilihan tepat,
Jika muslimah, maka patokannya bertambah, yakni jilbab yang sempurna menutup aurat,
Jangan mudah tertipu dengan foto narsis berlatar Ka'bah yang kebanyakan hanya membuat ibadah menjadi tak khidmat,
Jangan pula tertipu dengan calon yang hanya shalat setiap jumat,
Bagaimana mungkin seseorang bisa mengabdi, pada rakyat maupun pada
suami/istri, jika mengabdi pada Tuhan -yang hanya sebentar- saja tidak
sempat,
Posted by Fakhry Emil Habib
Posted on 10.57
with No comments
Mendiamkan orang yang salah bukanlah sebuah tindakan yang menunjukkan kebijaksanaan,
Karena bisa jadi orang tersebut tak sadar jika ia telah melakukan kesalahan,
Jalan keluarnya sebenarnya bukan dengan merajuk, tapi katakan,
Katakan kesalahan yang ia lakukan sehingga ia bisa melakukan perubahan, perbaikan,
Aku pribadi, saat melakukan kesalahan, lebih suka dimarahi habis-habisan dari pada tidak jelas didiamkan,
Tapi tentu saja, peringatan terbaik harus disampaikan dengan pilihan kata yang pas, cocok dengan keadaan,
Posted by Fakhry Emil Habib
Posted on 10.55
with No comments
Pola
penjajahan Belanda dulu adalah dengan menguasai ekonomi khususnya
rempah-rempah, mempekerjakan pribumi di bidang pekerjaan rendah,
membayar "uang keamanan" kepada pemerintah, dan saat rakyat Indonesia
terlena dan lengah, mulailah mereka sebarkan agama mereka,
Saat mereka melakukan kristenisasi, barulah rakyat membuka mata, melakukan perlawanan dengan bambu runcing sebagai senjata,
Kini pun sebenarnya Indonesia dalam proses jajahan yang nyata,
Posted by Fakhry Emil Habib
Posted on 10.51
with No comments
Perubahan suatu bangsa dimulai dari pendidikan, itu pasti,
Namun jangan mempersempit pendidikan hanya terbatas pada ruangan kelas dengan meja dan kursi,
Memang, pendidikan langsung dilakukan oleh institusi,
Namun jangan lupa bahwa lingkunganlah yang lebih dominan membentuk karakter diri,
Posted by Fakhry Emil Habib
Posted on 10.48
with No comments
Entah kenapa, pagi ini saya teringat slentingan pengetahuan yang dulu diberikan oleh guru matematika saya, Ustad Henaldi,
Tentang pandangan orang-orang atheis terhadap keberadaan Nabi,
Mengapa menarik? Tentu, karena atheis adalah mereka yang tidak percaya
bahwa tuhan itu ada, lalu bagaimana mereka memandang mukjizat yang nyata
jika mereka tidak percaya campur tangan ilahi?
Berbeda dengan kita, yang saat mendengar mukjizat nyata, kita akan berujar "subhanallah" berkali-kali,
Sedangkan atheis, tak punya tuhan untuk dipuji,
Posted by Fakhry Emil Habib
Posted on 10.45
with No comments
Sejarah adalah guru terbaik untuk memprediksi masa depan,
Maka izinkan saya untuk sedikit memberi pemaparan,
Berdasarkan apa yang terjadi di daratan Spanyol, berabad-abad silam, yang kita sebut sebagai pembantaian,
Pembantaian umat Islam yang dilakukan oleh umat kristian,
Umat Islam tak berdaya, tak mampu melawan,
Semua karena umat Islam memiliki kadar tinggi husnuzan,
Posted by Fakhry Emil Habib
Posted on 10.42
with No comments
Untuk orang yang suka terlambat, ayahku dulu sempat bernasihat, begini bunyinya,
"Coba kamu bayangkan, jika yang terlambat itu adalah seorang dokter, maka bisa jadi ia telah menghilangkan nyawa!"
"Jika yang terlambat adalah calon penumpang pesawat, maka tak peduli, pilot akan meninggalkannya!"
"Jika yang terlambat itu orang yang shalat, maka di surat Al-Maun ada ancamannya!"
Bergidik aku mendengarnya,
Karena tiga hal di atas adalah kesalahan wajar yang banyak dilakukan oleh kebanyakan orang Indonesia,
Namun sangat fatal jika dilakukan oleh minoritasnya,